Kenali Diri
Sendiri
Banyak orang disekeliling kita,
mungkin juga termasuk anda selalu merasa bahwa dirinya tidak berguna dan tidak
bisa apa-apa. Ironisnya mereka mengangap kalau kelemahan yang ada pada dirinya
adalah suatu kewajaran alami yang dengan sengaja mereka membiarkan begitu saja
sampai-sampai hal itu menggerogoti pikranya sehingga timbulah sebuah kata yang
tidak pantas untuk diucapkan, “aku kan
orang miskin, jadi ngapain sekolah tinggi-tinggi”,”aku kan orang kampung,gak
mungkinlah bisa jadi orang sukses”. Perkataan seperti inilah yang akan
menghancurkan potensi dan masadepan kita. Disadari atau tidak, kita memiliki potensi yang
luarbiasa untuk bisa meraih kesuksesan kita, inilah yang melatarbelakangi jurus
komunikasi pertama yang dinamakan KENDI.
Apa itu KENDI?. Itulah KEnali
DIri, setelah kita bisa mngenali diri kita maka dijamin tidak akan ada keluh
kesah apa lagi menyerah. Pokoknya anda diharapkan selalu semangat, dimanapun
kapanpun tak kenal ampun walau setan sekalipun yang selalu menggoda kita dengan
tekun. Anda hajar dan lempar apalagi rintangan yang selalu kurang ajar itu “wajar” alias wajib dihajar. Saudara-saudaraku yang
budiman, mari kita ambil nafas dalam-dalam dan kelaurkan perlahan-lahan dan
jika anda seorang muslim ucapkanlah “bismillah”
sebelum anda melanjutkan membaca buku ini.
a. Semua
berawal dari pikiran
Mengawali
jurus pertama dalam berkomuniasi dengan rezeki, saya akan mengajak anda untk
menjelajahi sebuah kekuatan yang sangat dahsyat yang dapat mempengaruhi
kehidupan anda, dari hal yang terkecil sampai yang paling kecil. Dari hal yang
terbesar sampai yang paling besar.
Mengapa
semua berawal dari pikiran?, mudah sekali menjawabnya. “karena segalasesuatu
kita lakukan karena telah kita pikiran”. Disadari atau tidak memang itu
faktanya, tidak mungkin kita melakukan sesuatu tanpa dipikirkan terlebih
dahulu.Kalaupun ada yang bertindak ataupun berucap karena “kelepasan” bukan
berarti tidak dipikir sebelumnya, namun tidak dipikir matang.Itu terjadi diluar
kesadaranya karena segalasesuatu telah terkonsep di pikiran bawah sadar kita.
Banyak sekali orang yang ingin
sukses diluaran sana, dan tentunya termasuk anda bukan?.Dan saya berani
bertaruh satu miliar jika di dunia ini tidak ada yang tidak ingin sukses. Bukan
lagi kebanyakan tapi memang semua orang pasti ingin sukses, betulkan?. Sekali
lagi saya tegaskan se-mu-a-nya!.Jika ada yang tidak mau sukses ya tidak
apa-apalah mungkin dia bukan orang, kalaupun orang pasti dia orang gila (hehe).Ngomong-nomong
soal sukses saya punya sebuah cerita.
Saat itu anak berusia kurang
lebih enam tahun sedang duduk di pangkuan ibunya. Dengan penuh kasih sayang
ibunya membelai-belai mesra seraya bertanya kepada anak kecil yang masih
ingusan itu, “nak, kalau sudah besar mau jadi apa?” sambil tersenyum anak kecil
itu menjawab, “saya ingin jadi guru”dengan spontan anak kecil itu menjawab, tak
tahu jawabanya itu sunguh-sungguh atau Cuma sebatas jawaban anak kecil saja yah
yang jelas itulah jawabanya. Anak kecil itu berkulit hitam namun tidak terlalu
hitam, kalau dibilang manis ya pastinya kan masih kecil. Terlahir dari seorang
ibu yang sangat baik hati dan memiliki ayah yang selalu bekerja keras walau
hasilnya tidak seberapa, mungkin hanya dapat sepuluh sampai duapuluh ribu
sehari, untuk memenuhi kebutuhan saja belum cukup apalagi untuk biaya sekolah
terlebih lagi kalau dipakai biaya kuliah wah manamungkin cukup. Pantas saja
ayah yang gagah berani itu bekerja
sebagai buruh tani. Pernah suatu hari anak kecil itu merengek-rengek karena
minta uang pada ibunya tidak dikasih, ya pantas saja kan penghasilanya belum
cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari apalagi untuk jajan. Singkatkata
beberapa tahun setelah itu ibunya yang baik hati itu menanyakan pertanyaan yang
sama seperti yang pernah di tanyakan pada anak kecil itu, “cita-cita ingin jadi
apa?”.Dengan singkat anak itu menjawab dengan jawaban yang sama pula “ingin
jadi guru”, ibunya hanya tersenyum kecil.Akhirnya apa yang terjadi?. Keajaiban demi keajaiban
selalu berdatangan pada si anak kecil itu tanpa terduga walaupun sebelumnya ia
harus memenuhi impian pertamanya yaitu ingin jajan dengan uang sendiri. Lantas
apa yang anak kecil itu lakukan?, emmhh ternyata ia nekad berjualan es supaya
bisa jajan dan akhirnya bisa jajan juga.pekerjaan pertamanya itu terinpirasi
oleh kakanya sendiri yang kebetulan berjualan terlebih dahulu.Si anak ituterus berpikir
kalau suatu saat nanti ia pasti menjadi guru. Pernah suatu ketika saat keluarga
sedang dalam keadaan betul-betul paceklik ayahnya berkata ada anak kecil itu, “sudah, sekolahnya gak usah diterusin ya,
gak ada biayanya”, dengan wajah murung perkataan itu dilontarkan. Namun apa jawaban anak itu,
lagi-lagi ia menjawab, “saya harus
menjadi guru”. Dengan penuh keyakinan itu ia kemudian berpamitan untuk
meninggalkan keluarga karena mengikuti keyakinanya yang meyakini bahwa
masadepanya adalah menjadi guru. Apa yang ia lakukan?, kemudian ia lagi-lagi
mengikuti jejak sang kakak, pergi mencari penghidupan dan subhannallah, dipertemukanlah dengan sebuah panti asuhan yatim
piatu dan duafa melalui perantara orang lain yang kebetulan masih kerabat
dekatnya. Lantas apa yang terjadi?, dengan berjalanya waktu akhirnya
keajaiban-keajaiban itu datang satu persatu sampai-sampai si anak kecil itu
bisa meneruskan sekolahnya bahkan bisa juga ia kuliah. Jika dipikir
dengan logika tidakmungkinlah ia bisa kuliah, tidak mungkinlah ia bisa sekolah
terlebih jadi guru, kan biaya sekolah dan kuliah itu mahal, mana mungkin bisa
terjangkau oleh seorang buruh tani. Tapi memang begitu faktanya. Dahsyat
bukan…??.
Pembaca yang baik
hati, terkadang apa yang tidak mungkin terjadi malah terjadi juga. Bahkan hal yang tidak masuk akal
pun menjadi rasional, aneh bukan. Inilah kekuasaan sang maha pencipta dan
sekali lagi saya tegaskan kalau di dunia ini apapun bisa terjadi, apapun itu.
Jika kita berpikir kita mampu maka hal itulah yang terjadi, sebaliknya jika
kita berkata tidak bisa maka hal itu juga yang akan kita dapatkan. Intinya
semua berawal dari pikiran kita.Makanya jangan pernah berpikir kalau kita lemah, jangan
pernah berpikir kalau kita bodoh, jangan pernah berpikir kalau kita tidak
bisa.Berpikirlah dan bertindaklah seperti orang besar jika menginginkan hal-hal
yang besar terjadi dalam kehidupan kita.Miskin kaya tidak menjamin seseorang
menjadi sukses atau tidak.Tapi semua tergantung pola pikir kita, karena pada
dasarnya orang miskin bukanlah orang yang tidak punya uang, namun orang miskin
yang sesungguhnya adalah dia yang tidak punya impian. Dan anda tahu siapa si anak kecil
itu?, itu adalah saya. Dan memang itu yang terjadi, dengan segala upaya dan
usaha saya terus bekerja keras hanya untuk merasionalkan apa yang belum
rasional.
Yang terpenting adalah bagaimana
kita bisa mengatur pikiran kita kearah yang lebih positif. salahsatu caranya,
adalah manfaatkan waktu kita untuk hal yang positif.
Gunakan waktu untuk berfkir, itu
adalah sumber kekuatan.Gunakan waktu untuk belajar, itu adalah kebijaksanaan.
Gunakan waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan.Gunakan
waktu untuk bercinta, itu adalah hadiah istimewa.Gunakan waktu untuk bermain,
itu adalah rahasiah masa muda yang abadi.Gunakan waktu untuk memberi, agar
hidup menjadi lebih berarti.Gunakan waktu untuk bekerja, itu adalah sumber
keberhasilan.Gunakan waktu untuk beramal, itu adalah pintu menuju surga.
Gunakan lima perkara sebelum lima
perkara. Gunakan waktu sehat sebelum datang sakit.Gunakan waktu kaya sebelum
jatuh miskin.Gunakan waktu muda sebelum datang tua.Gunakan waktu luang sebelum datang
kesempitan.Gunakan waktu hidup sebelum datang kematian.Mari kita gunakan
potensi yang dimiliki agar hidup menjadi lebih berarti.Sungguh waktu sangat berharga
untuk disia-siakan.
Saya jadi teringat sebuah pesan
dari saudara saya yang berpesan “hindarilah pencuri waktu”, ya, saya sangat
setuju sekali dengan pesan itu. Karena memang tanpa disadari mungkin
orang-orang disekeliling kita atau hal-hal yang kita sukai adalah pencuri waktu
kita.Yah boleh jadi itu teman anda, atau mungkin pacar anda jika punya, pokonya
apapun itu yang dapat mencuri waktu kita dengan sia-sia lebih baik di hindari
saja.Karena sebaik-baiknya teman adalah teman yang mengajak pada kebaikan dan
sebaik-baiknya pacar adalah pacar yang mengajak pada pernikahan. (he he he).
Ngomong-ngomong soal pacar saya jadi teringat pesan dari seorang trainer yang
legendaris Bunda Marwah Daud, katanya
jika anda ingin tahu seberapa
seriusnya pacar anda terhadap anda, dan jika anda ingin tahu seberpa cintanya
si doi pada anda maka cukup lontarkan satu pertanyaan, tanyakan pada
pasangan anda kapan mau nikah?, jika terlihat kebingungan dan tidak menjawab
berarti si doi gak serius tuh, lebih
baik putuskan saja cari lagi yang serius. (he hehe). Setuju tidak setuju
pokonya harus setuju saja, karena segala sesuatu itu harus jelas tujuanya dong.
“mau dibawa kemana hubungan kita?”. Ya begitu juga dengan masadepan kita, “mau
dibawa kemana?”.
Contoh
kecilnya seperti ini, ketika anda hendak naik taksi kemudian sopir taksi itu
bertanya kepada anda, “mau kemana pa?” dan anda menjawab “kemana aja boleh
pak”. Dengan jawaban
seperti itu kira-kira sampai tidak ke tempat yang anda tuju?. Pasti tidak
sampai dong kan tidak ada tujuanya, ya paling minimal anda di sebut
orang gila oleh si sopir taksi.
Tak peduli siapa anda, dari mana
anda. Tak peduli latarbelakang keluarga anda, selama anda berani dan masih
makan nasi dan masih punya hati nurani, mari kita gali potensi diri untuk
menjadi manusia yang berarti di muka bumi ini sebelum kita mati. Tidak ada yang
tidak mungkin di dunia ini. Semuanya mungkin saja terjadi. Jangan lihat
kekurangan hari ini, tapi coba perhatikan kelebihan kita yang mungkin akan hadir
pada esok hari. Karena Allah telah membekali kita dengan sebuah tools yang sangat luarbiasa yaitu otak
kita, dan ingat!!!,… otak kita bukan hanya sekedar otak-otakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar